<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Celoteh Untuk Bintang Biru ku</title>
	<atom:link href="http://najmanabilafz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://najmanabilafz.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Oct 2011 14:53:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='najmanabilafz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Celoteh Untuk Bintang Biru ku</title>
		<link>http://najmanabilafz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://najmanabilafz.wordpress.com/osd.xml" title="Celoteh Untuk Bintang Biru ku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://najmanabilafz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Belajar dari Mereka Yang (dianggap) Belum Tahu Apa-apa</title>
		<link>http://najmanabilafz.wordpress.com/2011/10/10/belajar-dari-mereka-yang-dianggap-belum-tahu-apa-apa/</link>
		<comments>http://najmanabilafz.wordpress.com/2011/10/10/belajar-dari-mereka-yang-dianggap-belum-tahu-apa-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 14:49:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nabila Fz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Anak kecil]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[orang dewasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://najmanabilafz.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Saya kembali ke sini karena suatu keharusan tugas. Tapi saya senang, ada satu hal yang akhirnya memotivasi saya untuk kembali menulis. Saya kembali dengan status baru sebagai anak SMA. Terlalu banyak hal yang cukup menyibukkan saya semenjak saya duduk di bangku SMA. Berat, tapi cukup indah. Saya kembali bukan untuk menceritakan masa SMA saya. Terlalu rumit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=76&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kembali ke sini karena suatu keharusan tugas. Tapi saya senang, ada satu hal yang akhirnya memotivasi saya untuk kembali menulis. Saya kembali dengan status baru sebagai anak SMA. Terlalu banyak hal yang cukup menyibukkan saya semenjak saya duduk di bangku SMA. Berat, tapi cukup indah. Saya kembali bukan untuk menceritakan masa SMA saya. Terlalu rumit untuk diceritakan, maka saya akan langsung mengerjakan tugas ini.</p>
<p>Beberapa bulan lalu saya membaca tweet seseorang yang saya lupa siapa, membicarakan tentang perbedaan antara orang dewasa dan anak-anak. Cukup menarik ketika membacanya. Seperti suatu perbandingan yang lucu, tetapi masuk akal.<br />
Orang dewasa, yang dengan kecerdasannya dan kelihaiannya menyusun kata-kata sering berkicau tentang kehidupan. Bahkan berteori tentang kehidupan.</p>
<p>Saya pikir, mereka terlalu lama sekolah. Bukan bermaksud buruk, tapi buku-buku tebal yang mengaung teori-teori ilmiah sedikit membutakan mereka. Hal ini benar-benar membuat mereka terbuai dalam teori. Padahal kebanyakan dari mereka tidak dapat memaknai teori yang mereka ungkapkan.</p>
<p>Ketika orang dewasa berbicara mimpi. Mereka berkoar &#8220;Jangan takut untuk bermimpi!&#8221;</p>
<p>Tidakkah mereka sadar ketika mereka takut untuk bermimpi?</p>
<p>Saya tidak ingin berkata tentang mereka terlebih dahulu. Saya ingin membandingkan dengan diri saya sendiri. Ketika saya masih duduk dibangku Taman Kanak-kanak, saya banyak mendengar cita-cita besar teman-teman saya. Dan saya baru menyadarinya sekarang.</p>
<p>Anak kecil yang dianggap belum tahu banyak itu, bisa dengan percaya diri berteriak &#8220;Aku mau jadi presiden!&#8221; Anak lain lagi berteriak &#8220;Aku mau jadi Superman!&#8221; Dan banyak cita-cita besar lain yang ada dibenak mereka.</p>
<p>Anak kecil bermain lego dipagi hari. Mereka menyusunnya dan menamakannya gedung. Mereka berkhayal, bermimpi. Mereka berani bermimpi walaupun terlihat fana.</p>
<p><span id="more-76"></span></p>
<p>Saya. Bella kecil mempunyai beragam cita-cita. Harus saya akui itu semua berubah 180 derajat sekarang. Memang banyak cita-cita yang saya impikan dan targetkan sekarang. Tidak kalah besar. Tapi semuanya penuh dengan analisa dan kalkulasi. Bahkan terkadang, hanya untuk menuliskan cita-cita pada lembaran biodata pun saya harus berfikir panjang.</p>
<p>Mereka. Mereka yang pernah gagal, banyak yang takut untuk bermimpi kembali. Untuk bangun dari kegagalan pun susah. There&#8217;s a saying goes &#8220;Failure is the best way to learn.&#8221; Again, adults make up a theory.</p>
<p>Is it enough to rise up from a failure just by learning without doing something to &#8216;fix&#8217; that failure? For example. I&#8217;m trying to figure out why I failed my mid term. Sampai sini saja dan saya tidak mengikuti remedial. So is it enough? Kan tidak.</p>
<p>Lupakan. Dari kegagalan itu biasanya kita terlalu banyak belajar dari kesalahan kita dan akhirnya takut untuk memberanikan diri mengambil resiko dikemudian hari.</p>
<p>Anak kecil. Hari ini berlari dan misalnya ia jatuh. Anak kecil yang sehat dan aktif, akan berlari lagi keesokan harinya.</p>
<p>Mereka tidak takut jatuh dan mereka tidak berfikir untuk jatuh. Maka mereka tidak lagi terjatuh. Karena mereka tidak dihantui oleh ketakutan unutuk terjatuh kembali.</p>
<p>Guru ngaji saya meengajarkan kepada saya untuk yakin terhadap apa yang saya lakukan. Dengan tegasnya ia mengatakan,</p>
<p>&#8220;Jika kamu berkata bisa, maka kamu bisa. Jangan berkata tidak bisa, maka kamu akan tidak bisa. Tuhan itu seperti apa yang kamu harapkan.&#8221;</p>
<p>Kalimat ini benar-benar tertanam dibenak saya. Tidak ada salahnya jika anda mencoba untuk menghayati dan meyakini kalimat ini.</p>
<p>Sama halnya dengan orang dewasa yang berteori tentang kebahagiaan dalam memaknai hidup. Mereka yang berteori, terkadang lupa dengan apa yang mereka teorikan. Saya tidak bisa memastikan mereka tidak bisa menerapkan teorinya, karena sometimes they do.</p>
<p>Sebagai contoh. Orang dewasa bangun tidur, menonton berita. Akhir-akhir ini berita memang dipenuhi dengan berita-berita busuk dari politik dalam negeri. Siapa yang tidak geram ketika melihat banyaknya koruptor yang bebas berkelana menghisap uang rakyat? Orang-orang dewasa tidak segan untuk marah ataupun memaki dipagi hari. Bukan orang yang mereka maki, melainkan televisi. Betapa lucunya. Lelahnya memulai hari dengan amarah. Apalagi dimalam hari juga menonton berita, melihat kasus-kasus busuk lain yang berbeda. Kemudian memaki lagi. Dan ia tertidur dalam makian.</p>
<p>Anak kecil. Mereka menonton kartun sambil minum susu. Tertawa riang mengikuti alur cerita kartun yang lucu dan menertawakan tingkah-polah tokoh-tokoh kartun yang lucu. Mereka memulai hari dengan kebahagiaan dan mengakhiri hari dengan kehangatan susu.</p>
<p>Tanpa berteori, indahnya hidup mereka yang pada dasarnya sudah indah. Tidak perlu banyak berfikir, semua serba ada, bermain sepanjang hari, makan, dan tidur.</p>
<p>Orang dewasa yang pada hakikatnya hidupnya sudah rumit, rajin sekali menambah beban untuk dirinya sendiri dan membuat hidup mereka semakin susah.</p>
<p>Tanpa berteori, mereka bahagia. Mereka tahu arti bahagia, tanpa mereka sadari.</p>
<p>Tanpa sok tahu, anak kecil terkadang lebih tahu dari orang dewasa.</p>
<p>Tanpa sok pintar, terkadang mereka bisa lebih pintar dari orang dewasa.</p>
<p>Alangkah lucunya dunia ini.</p>
<p>Maaf, jika saya sok tahu. Saya hanya ingin mengungkapkan pemikiran saya dari apa yang saya lihat. Sebagaimana saya membuat teori, maka berarti saya sudah mulai menginjak dewasa. Hehe.</p>
<p>Sampai disini tugas ini saya akhiri.</p>
<p>Terima kasih</p>
<p>Najma Nabila Savitri, XI IPS 4</p>
<p>&#8220;You can learn many things from children. How much patience you have, for instance.&#8221; &#8211;Franklin P. Jones</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/najmanabilafz.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/najmanabilafz.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/najmanabilafz.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/najmanabilafz.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/najmanabilafz.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/najmanabilafz.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/najmanabilafz.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/najmanabilafz.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/najmanabilafz.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/najmanabilafz.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/najmanabilafz.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/najmanabilafz.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/najmanabilafz.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/najmanabilafz.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=76&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://najmanabilafz.wordpress.com/2011/10/10/belajar-dari-mereka-yang-dianggap-belum-tahu-apa-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a6e08148246addf8befd8c4ba4710bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bella</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugas&#8230; Tugas&#8230; Ada Tugas yang Lainnya tidak??</title>
		<link>http://najmanabilafz.wordpress.com/2010/01/19/tugas-tugas-ada-tugas-yang-lainnya-tidak/</link>
		<comments>http://najmanabilafz.wordpress.com/2010/01/19/tugas-tugas-ada-tugas-yang-lainnya-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 12:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nabila Fz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://najmanabilafz.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Ditengah padatnya kegiatan belajar mengajar di semester 2 ini, bagi siswa-siswi kelas 9 yang sedang persiapan untuk mengahadapi Ujian Akhir, masih ada saja tugas yang memerlukan waktu yang cukup banyak untuk mengerjakannya. Yang paling menyita waktu adalah membuat karya tulis. Jujur, saya suka menulis. Justru tadinya, saya ingin sekali diberi tugas karya tulis. Keinginan saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=65&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ditengah padatnya kegiatan belajar mengajar di semester 2 ini, bagi siswa-siswi kelas 9 yang sedang persiapan untuk mengahadapi Ujian Akhir, masih ada saja tugas yang memerlukan waktu yang cukup banyak untuk mengerjakannya. Yang paling menyita waktu adalah membuat karya tulis. Jujur, saya suka menulis. Justru tadinya, saya ingin sekali diberi tugas karya tulis. Keinginan saya untuk membuat karya tulis begitu besar setelah memebaca banyak karya tulis yang dibuat oleh orang.</p>
<p>Pada saat Ibu Kusrini, dimana beliau adalah guru Bahasa Indonesia saya, memberikan tugas membuat karya tulis ini saya sangat senang dan semangat. Menurut saya seru juga kalau bisa membuat tulisan dengan “banyak aturan” macam ini. Pertama kali tugas diberikan, setiap murid harus menentukan tema. Saya langsung mendapatkan temanya. Malamnya langsung saya kerjakan. Satu paragraf sudah saya tulis.</p>
<p>Untuk melanjutkannya saya benar-benar kehabisan kata-kata dan fikiran. Sumber sudah ada, isinya sudah banyak yang saya temukan. Tapi yang menbuat saya bingung, bagaimana cara merangkainya? Mau di masukkan, kok jadinya nggak nyambung. Mau di letakkan di bagian pendahuluan, kok kelihatannya lebih tepat diletakkan di bagian isi. Semakin bingung saya mengerjakan ini, banyak yang di ‘delete’ berulang-ulang, semakin malas pastinya saya mengerjakan. Walah&#8230; dasar malas!</p>
<p>Deadline tanggal 27 Januari 2010 kelas saya harus mengumpulkan karya tulisnya. Hari ini tanggal 19 Januari, terhitung sudah minggu kedua sejak hari pertama tugas ini diberikan oleh guru saya tercinta, Ibu Kusrini. Tapi sampai sekarang, bab 1 karya tulis saya saja belum selesai. Yang tadinya keinginan saya untuk membuat karya tulis sangatlah besar, mendadak menciut karena telah mengetahui rumitnya membuat karya tulis. Belum lagi, disela-sela tugas membuat karya tulis ini masih banyak tugas-tugas lain yang selalu mengejar saya dan teman-teman untuk lebih pintar lagi membagi waktu. Makanya, saking malasnya memikirkan tugas ya seabrek, saya lebih senang menulis di blog saja lah. he he.</p>
<p>Okelah, daripada fikiran saya teralihkan terus di blog, lebih baik saya melanjutkan mengerjakan tugas. Tugas yang lain tapi, bukan tugas karya tulis. Masih ada tugas Bahasa Indonesia yang lainnya nih. Membuat teks pidato dan mencatat pidato upacara bendera hari senin kemarin. Tugas matematika, mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS).. Ribet!</p>
<p>Kalau ada tugas lainnya, kasih tahu saya ya teman-teman 9.8 (85 2010)&#8230;</p>
<p>Wassalam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/najmanabilafz.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/najmanabilafz.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/najmanabilafz.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/najmanabilafz.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/najmanabilafz.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/najmanabilafz.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/najmanabilafz.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/najmanabilafz.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/najmanabilafz.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/najmanabilafz.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/najmanabilafz.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/najmanabilafz.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/najmanabilafz.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/najmanabilafz.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=65&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://najmanabilafz.wordpress.com/2010/01/19/tugas-tugas-ada-tugas-yang-lainnya-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a6e08148246addf8befd8c4ba4710bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bella</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indecisiveness is not a Good Thing at All..</title>
		<link>http://najmanabilafz.wordpress.com/2010/01/17/indecisiveness-is-not-a-good-thing-at-all/</link>
		<comments>http://najmanabilafz.wordpress.com/2010/01/17/indecisiveness-is-not-a-good-thing-at-all/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 06:41:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nabila Fz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://najmanabilafz.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ada yang mengatakan bahwa anak kecil jangan terlalu dipaksakan untuk menguasai terlalu banyak bahasa karena akan menyebabkan anak itu akan bingung untuk menentukannya. Misalnya, pada saat ia ingin mengucapkan “makan”. Ia akan bingung memilih antara makan, eat, mangan, atau bahasa lain yang mungkin ia ketahui juga. Tidak jauh beda dengan seseorang yang mempunyai pemikiran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=60&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau ada yang mengatakan bahwa anak kecil jangan terlalu dipaksakan untuk menguasai terlalu banyak bahasa karena akan menyebabkan anak itu akan bingung untuk menentukannya. Misalnya, pada saat ia ingin mengucapkan “makan”. Ia akan bingung memilih antara makan, eat, mangan, atau bahasa lain yang mungkin ia ketahui juga.</p>
<p>Tidak jauh beda dengan seseorang yang mempunyai pemikiran yang bercabang yang disebabkan oleh terlalu banyak mendengar pendapat orang lain yang berbeda-beda. Saya mengalaminya. Contohnya seperti tentang pendapat mengenai asuransi-asuransi yang berhubungan dengan kehidupan seseorang. Seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi rumah, tabungan hari tua dan lain-lain.</p>
<p>Guru ngaji saya berpendapat bahwa seseorang tidak perlu mempunyai asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan lain sebagainya. Kata beliau “ngapain harus ikut arusansi ini asuransi itu? Itu kan urusan Allah. Kalau ikut begitu-begitu namanya kita punya rencana sakit dong. Kalau tabungan hari tua berarti kita berfikir bahwa masa tua kita, setelah kita sudah nggak bisa kerja lagi, kita akan hidup susah hanya menyusahkan anak saja. Pasti semuanya sudah diatur jalannya”. Saya memang sering berbeda pendapat  dengannya. Di luar pembahasan tafsir al-quran. Tapi ya, dalam hal ini ada benarnya juga.<span id="more-60"></span></p>
<p>Di lain pihak. Seseorang mempunyai asuransi jiwa, asuransi rumah, asuransi kesehatan, dan jaimanan-jaminan yang semacamnya. Alasannya karena untuk jaga-jaga saja. Bukan berarti kita punya rencana sakit, rumah kebakaran, atau rumah kemalingan. Ini juga benar. Siapa sih yang mau sakit? Siapa sih yang mau rumahnya kebakaran? Siapa sh yang mau rumahnya kemalingan? Kan tidak ada. Tapi kemungkinan-kemungkinan buruk seperti itu bisa saja terjadi. Ya memang harus pasrah kepada Tuhan. Tapi sebagai manusia kita juga harus berusaha. Bukan sepenuhnya pasrah sapai seperti tidak perduli.</p>
<p>Dari dua pendapat berbeda tadi ini yang kadang membuat saya bingung. Walaupun saya masih SMP dan belum pernah mengurus untuk asuransi-asuransi seperti itu. paling tidak, saya suka terima telfon dari asuransi-asuransi seperti itu yang selalu mencari orang tua saya. Sudah tidak dihiraukan, masih sering menelfon.</p>
<p>Pikiran bercabang seperti ini terkadang membuat saya bingung. Satu waktu saya menempatkan diri saya di satu pilihan. Tetapi, kalau benar-benar dipikirkan bisa saja pendapat lain lebih benar. Hal-hal seperti ini yang saya pikir membuat orang terkadang malas untuk berpendapat. Apalagi kalau ada orang lain yang merasa lebih tahu, padahal hanya sok tahu.</p>
<p>Lain lagi ceritanya kalau dalam diskusi kelompok di sekolah. Di sekolah, kegiatan berdiskusi paling sering dilakukan dalam pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Kewarganegaraan. Menurt saya yang lebih seru Bahasa Indonesia. Karena membahasnya cerpen, bukan teori-teori pelajaran di dalam buku paket. Pasal, undang-undang, UUD, dan lain-lain.</p>
<p>satu waktu, dalam pelajaran Bahasa Indonesia, Bu Kusrini (guru bahasa Indonesia) menyruh kami sekelas untuk membuat kelompok. Stelah itu, kami diperintahkan untuk membaca cerpen yang sama. Dari cerita pendek itu, kami harus bisa menjawab salah satu pertanyaan yang diberikan. Satu kelompok, satu soal, sesuai dengan nomor kelompoknya.</p>
<p>Setelah semuanya selesai mendiskusikan dan menjawab pertanyaan bersama kelompoknya, mulailah babak diskusi. Setiap kelompok maju kedepan secara berurutan. Dari jawabn yang mereka kemukakan didepan kelas, kelompok lainnya boleh bertanya, menyangkal, atau memberikan asumsi lain. Menit-menit awal “babak” diskusi berjalan “adem-ayem”. Belum banyak yang berkomentar.</p>
<p>Salah satu teman saya di kelas, dari awal memang sudah menunjukkan “gairah”-nya untuk berkomentar, menyangkal, dan lain sebagainya. Sebutlah dia dengan nama Setya. Awalnya, terkesan cerdas dan aktif. Dan karena dia banyak memebri sangkalan, peserta diskusi lain juga ingin menyangkal apa yang telah disangkalnya. Makin lama makin panas. Peserta diskusi yang lainnya merasa bahwa Setya sedikit <em>too much</em> dalam mengajukan pendapat dan sangkalan maupun sanggahan. Hal ini membuat kurangnya keseimbangan berpendapat diantara peserta. Beberapa menjadi panas dan agresif, tetapi yang lainnya malah agak bungkam. Ya mungkin karena mereka mals jika suasana semakin panas atau mungkin karena mereka bingung harus menyanggah atau berpendapat yang mana karena terlalu banyak pendapat yang “ada benarnya juga”.</p>
<p>Sampai hari kedua diskusi pun, Setya masih tetap saja berlebihan. Dampaknya ke kelompoknya sendiri jadinya. Giliran kelompoknya maju ke depan kelas dan memberikan jawaban dari pertanyaan, banyak sekali yang menyanggah (hahahaha). Dan sepertinya dia harus berjuang keras untung menjawab pertanyaan atau sanggahan dari peserta diskusi dari kelompok lain.</p>
<p>Di sini lah saya mulai berfikir. Apa ini ya, yang terkadang membuat suasana diskusi tidak seimbang? Beberapa orang terlalu vokal (biasanya minoritas), dan di sisi “mayoritas” malas untuk berpendapat. Tapi saya punya pikiran lain lagi. Kalau diskusi tidak “panas” kan jadinya tidak seru? Haduh.. terjebak dalam dua pikiran lagi nih. Argh!  Indecisiveness isn&#8217;t a good thing at all!</p>
<p>Yasudah, daripada saya semakin bingung, saya sudahi saja lah. kalau teman-teman blogger ingin memberikan pendapat atau menyanggah silahkan komentar saja di kolom komentar. Saya akan sangat-senang-sekali kalau bisa bertukar pikiran. Bercabang lagi ngga kenapa kok.. he he.</p>
<p>Wassalam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/najmanabilafz.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/najmanabilafz.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/najmanabilafz.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/najmanabilafz.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/najmanabilafz.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/najmanabilafz.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/najmanabilafz.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/najmanabilafz.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/najmanabilafz.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/najmanabilafz.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/najmanabilafz.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/najmanabilafz.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/najmanabilafz.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/najmanabilafz.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=60&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://najmanabilafz.wordpress.com/2010/01/17/indecisiveness-is-not-a-good-thing-at-all/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a6e08148246addf8befd8c4ba4710bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bella</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menonton Tragedi</title>
		<link>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/12/21/menonton-tragedi/</link>
		<comments>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/12/21/menonton-tragedi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 09:04:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nabila Fz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/12/21/menonton-tragedi/</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya, saya tak sedikitpun terfikir untuk menulis tentang ini. Tetapi setelah membaca sebuah artikel dari salah satu jurnalis yang sekarang sudah menjadi presenter di sebuah stasiun televisi. Bukan menjiplak lho, hanya terinspirasi. Luapan lumpur Sisoarjo adalah bencana yang sangat besar di Sidoarjo terjadi beberapa tahun lalu dan masih fenomenal hinggi kini. Sampai saat ini masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=59&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Sebelumnya, saya tak sedikitpun terfikir untuk menulis tentang ini. Tetapi setelah membaca sebuah artikel dari salah satu jurnalis yang sekarang sudah menjadi presenter di sebuah stasiun televisi. Bukan menjiplak lho, hanya terinspirasi.</p>
<p style="text-align:left;">Luapan lumpur Sisoarjo adalah bencana yang sangat besar di Sidoarjo terjadi beberapa tahun lalu dan masih fenomenal hinggi kini. Sampai saat ini masih banyak korban terdampak lumpur Sidoarjo yang masih merasa belum diberi ganti rugi walaupun di pihak yang menurut para korban harus memberi ganti rugi menyatakan bahwa sebagian besar ganti rugi sudah dilunasi. Hanya sekedar mengingatkan. Sebetulnya, ini bukan pembicaraan yang saya tujukan.</p>
<p style="text-align:left;">Masih ingatkah anda betapa fenomenalnya, betapa membludaknya pemberitaan tentang adanya luapan lumpur ini beberapa tahun silam. Dan pastinya kita semua dapat membayangkan bagaimana kerasnya jeritan mereka para korban terdampak lumpur Sidoarjo ini. bantuan terlihat banyak berdatangan pada saat itu. Terkesan semuanya prihatin akan bencana ini. kagiatan amal dimana-mana. Penggalangan dana juga dimana-mana. Mungkin bantuan ini bisa dibilang sekedar emosional belaka. Tak lagi banyak yang peduli akan kehidupan paska bencana. Malah yang ada adalah kenikmatan dari orang luar untuk menyaksikan fenomena alam ini. Mereka sebut ini dengan nama “Wisata Lumpur”. Perlu diingat, ini sebuah bencana besar. Terdengar jeritan dan tangisan yang sangat kencang dari dalam hati mereka para korban terdampak lumpur Sidoarjo ini.<span id="more-59"></span></p>
<p style="text-align:left;">Adalagi bencana alam yang seharusnya dibantu, bukan ditonton. Musibah Situ Gintung. Air bah memakan habis rumah-rumah disekitarnya yang notabene ditinggali oleh “orang kecil” walapun banyak juga yang tergolong “orang mampu”. Bagi mereka yang punya uang, mungkin bisa mengungsi di hotel. Tapi bagaimana dengan orang-orang kecil tadi. Mau kemana? Mau tidak mau mereka tinggal di tenda pengungsian tanpa mengetahui kehidupan mereka setelahnya. Anak-anak kecil di sana memang tersenyum. Tapi adakah yang mengetahui betapa hancurnya hati mereka, betapa besar rasa trauma mereka. Sangatlah miris.</p>
<p style="text-align:left;">Sepekan setelah bencana ini, sikap emosional dari orang luar sedikit berkurang. Pada perjalanan dari sekolah pulang ke rumah, saya kebetulan yang setiap pulang sekolah menaiki angkutan umum ini bertemu dengan seorang ibu-ibu paruh baya. Saya mengambil kesimpulan dari pembicaraan ibu-ibu itu dengan temannya mungkin bahwa mereka akan bertemu di area Situ Gintung. Selama percakapan via telfon dengan temannya itu ia terlihat sangat ceria. Kalau seperti yang saya dengar, temannya sudah sampai duluan di tempat mereka janjian tadi. Ibu-ibu ini bertanya kepada supir angkot “Bang, kalau ke situ gintung turun di mana ya?”. supir angkot menjawabnya kalau untuk ke sana bisa turun depan pombensin dan naik ojek dengan bayaran sekitar 5000 rupiah. Bukan berburuk sangka, tetapi menurut pengamatan saya, ibu-ibu ini sepertinya akan melakukan “Wisata Nonton Situ Gintung”. Tidak munafik, saya heran melihat ini semua. Lagi-lagi bencana mengundang ketertarikan halayak ramai untung berbondong-bondong melakukan wisata, bukan memberikan sumbangsih bagi mereka yang tertimap musibah.</p>
<p style="text-align:left;">Tak hanya para “wisatawan” yang saya anggap aneh. Bertepatan dengan masa kampanye pemilu legislatif periode 2009-2014 ini, para calon wakil rakyat juga ikut memberikan “sumbangan” untuk para korban bencana alam ini. Anehnya, bantuan ini tidak lepas dari emebel-embel kegiatan kampanye mereka. Disetiap tenda ada nama mereka berikut dengannama partai, nomor urut partai, dan tidak lupa nomor urut mereka dikartu pemilihan. Mungkin untuk ditenda wajarlah. Di kotak nasi kotakan saja tercantum nama mereka berikut dengan identitas mereka dikartu pemilihan seperti yang saya sebut diatas tadi. Wowww&#8230; semua terasa fana di sini, komersial. Bukan berarti menanggapi buruk kesediaan mereka membantu para korban bencana Situ Gintung ini.</p>
<p style="text-align:left;">Di dunia jurnalistik, berita-berita serupa kerap menajdi pengisi halamn utama. Semua tayangan berita disetiap stasiun televisi berlomba-lomba memberikan berita yang sangat aktual. Membuat breaking news setiap satu jam sekali dengan berita yang sama. Mengumpulkan fakta sebanyak-banyaknya. Dapat dipastikan, rating-nya melambung tinggi. Tingginya rating disini sangat menggambarkan sangatlah banyak orang yang masih concern dengan apa yang terjadi.</p>
<p style="text-align:left;">Setelah saya mencerna, ada 2 pertanyaan yang timbul dibenak saya :</p>
<ol style="text-align:left;">
<li>Apa gerangan yang dirasakan atau dipikirkan manusia, ketika Tuhan menyuratkan tragedi kepada manusia lain?</li>
<li>Mengapa musibah-musibah besar dan fenomenal menjadi begitu menarik dan menggelitik untuk ditonton?</li>
</ol>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/najmanabilafz.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/najmanabilafz.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/najmanabilafz.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/najmanabilafz.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/najmanabilafz.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/najmanabilafz.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/najmanabilafz.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/najmanabilafz.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/najmanabilafz.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/najmanabilafz.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/najmanabilafz.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/najmanabilafz.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/najmanabilafz.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/najmanabilafz.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=59&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/12/21/menonton-tragedi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a6e08148246addf8befd8c4ba4710bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bella</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Friday Photoworks</title>
		<link>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/12/18/friday-photoworks/</link>
		<comments>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/12/18/friday-photoworks/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 12:17:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nabila Fz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[photography]]></category>
		<category><![CDATA[photoworks. photo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://najmanabilafz.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Photo&#8230; photo&#8230; saya sebetulnya ingin membuat ini terdengar seperti seorang anak kecil yang memanggil temannya untuk bermain bersama di sore hari. Tapi karena ini sebuah tulisan, ya kayaknya tidak bisa diperdengarkan. Saya pikir para pembaca mengerti apa yang saya maksud di atas. Okelah, jangan terlalu banyak basa-basi. Sekarang saya akan memulai pembicaraan yang sebenarnya. Photography.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=43&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Photo&#8230; photo&#8230; saya sebetulnya ingin membuat ini terdengar seperti seorang anak kecil yang memanggil temannya untuk bermain bersama di sore hari. Tapi karena ini sebuah tulisan, ya kayaknya tidak bisa diperdengarkan. Saya pikir para pembaca mengerti apa yang saya maksud di atas. Okelah, jangan terlalu banyak basa-basi. Sekarang saya akan memulai pembicaraan yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align:left;">Photography.. Sebuah hobi yang sedang saya geluti sekarang ini bermula dari pernikahan sepupu saya. Bukan saya memang yang menjadi fotografer di acara itu. Tapi waktu itu saya ingin membuat dokumentasi pribadi karena menurut saya itu sebuah moment yang baik juga untuk diabadikan. Acara tersebut benar-benar membuat saya “berteman baik” dengan camera.</p>
<p style="text-align:left;">Pose yang tak direncanakan sebelumnya, waktu yang dipakai ya sekepinginnya, objek yang sedanya, dan jika memakai objek manusia ya yang kepingin difoto saja. Yang penting saat mengerjakan fun dan hasilnya bagus. Prinsip ini yang saya pegang dalam urusan photography. Memang kacau dan berantakan. Dan sepertinya tidak baik untuk ditiru. Tapi menurut saya, photography (yang dalam hal ini sebagai sebuah hobi belaka) adalah seni. Seni itu hiburan, bukan sesuatu yang mengikuti banyak aturan yang membosankan. Jadi ya untuk melakoninya kembali kepada si pelakon. Tidak harus membaca rumus dan tidak harus buka tanggalan dulu.</p>
<p style="text-align:left;">Seperti hari ini. Saya libur, orang tua saya libur. Kita menghabiskan hari libur ini di rumah. Bukan suatu hal yang membosankan bagi kami untuk menghabiskan waktu libur di rumah. House sucha heaven bagi kami. Semuanya indah di sini (jika tidak ada satu orang yang mengganggu alias meri-meri alias marah-marah).</p>
<p style="text-align:left;">Televisi sudah menemani sejak kami bangun tidur. Kasian kayaknya kalau harus dipaksa menamani kami seharian tanpa henti. Oke, saya dan bapak –yang notabene sama-sama menggemari photography- berinisiatif untuk membuat photoworks iseng-isengan. Ini tercetus karena kami melihat cahaya matahari yang bagus dari pintu menuju balkon. Cahaya ini menginspirasi kami untuk melakukan photoworks.<span id="more-43"></span></p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="text-decoration:underline;">SET PERTAMA</span></strong></p>
<p style="text-align:left;">
<div class="mceTemp" style="text-align:left;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/dsc_0289.jpg"><img class="size-medium wp-image-44" src="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/dsc_0289.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Mencintai setiap hal yang ada di dunia</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Set pertama adalah pintu yang menuju balkon tadi itu. Untuk foto memang cahayanya bagus. Tapi kayaknya untuk manusia kurang bagus alias panas sekali. Kalau terlalu lama mungkin bisa membuat kulit saya belang-belang menjadi hitam dan sangat hitam. Kebetulan di dekat situ ada hiasan dinding berupa topeng. Yasudahlah, dijadikan hiasan saja. Untuk memperindah kalau bisa. Kalau tidak bisa ya, lain lagi ceritanya. Di sini saya yang pertama menjadi objek foto. Malu! Karena saya tidak suka difoto. Di sini semua foto seolah-olah seperti candid. Padahal ya tidak. Pakai gaya juga, walaupun norak.  Kalau mau dibuat berkonsep, seperti seseorang yang sedang berbicara kepada topeng. Reflection, seperti cerminan diri (saya sih tidak rela kalau saya suruh bercermin dan pantulannya seperti topeng. Sejelek-jeleknya saya kayaknya tidak seburuk rupa topeng. He he.)</p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="text-decoration:underline;">SET KEDUA</span></strong></p>
<p style="text-align:left;">
<div class="mceTemp" style="text-align:left;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/dsc_0331.jpg"><img class="size-medium wp-image-46" title="DSC_0331" src="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/dsc_0331.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">jangan ditiru ya kalau orang suka cemberut</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Teras depan rumah kami jadikan sebagai set kedua. Sebetulnya saya tidak mau karena malu jika dilihat tetangga. Tapi kalau bagus kenapa tidak (Hasilnya? Bagus itu relatif lah, jelek baru mutlak). Posenya, saya duduk di lantai teras dan bersandar di jendela. Kalau mau dikonsepkan lagi, mungkin seperti “Toto-Chan”. Gadis cilik (red: besar) di jendela. Jendela bukan menjadi objek foto. Tetap saya yang menjadi objek-nya. Jadi, jendela tidak ter-&#8217;jepret&#8217; utuh sebagai jendela di sini. di set kedua ini, tidak terlalu banyak fot yang diambil. karena, kembali kepersoalan pertama: Malu!</p>
<p style="text-align:left;"><strong>SET KETIGA</strong></p>
<p style="text-align:left;">
<div class="mceTemp" style="text-align:left;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/dsc_0344.jpg"><img class="size-medium wp-image-47" title="DSC_0344" src="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/dsc_0344.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">silauuuuu&#8230; </dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Set ketiga yang kami pilih adalah kamar tamu. Terdengan sedikit aneh memang. Tapi karena sedang bermain dengan cahaya dan cahaya yang dipantulkan jendela kamar tamu bagus, ya tidak ada salahnya lah. Siapa juga yang berani menyalahkan? Sepengetahuan saya tidak ada undang-undang yang mengaturnya. Kurang tahu juga kalau sekarang sudah ada undang-undang yang berlaku untuk hali ini. kalau sampai ada gila juga kayaknya. Stop! Stop talkin about politic.</p>
<p style="text-align:left;">Kalau bertanaya-tanya kenapa jendela lagi, jawabannya adalah karena dari jendelalah cahay dapat masuk dan menyinari sebuah ruangan. Hasil foto-foto di sini tidak usah dipertanyakan lagi lah bagaimana hasilnya. Sudah pasti&#8230;. Bagus relatif, jelek itu mutlak. Okedeh, lumayan saja. Kalau mau bilang bagus saya tidak berani, ditakutkan ada yang marah.</p>
<p style="text-align:left;">Sedikit selingan ditengah-tengah kegiatan foto saya dan bapak. Menonton video konser Jason Mraz dan segelas es teh sebagai penyegar diantara kegerahan selama kegiatan foto berlangsung. Seperti biasa, setiap menonton video konser Jason Mraz bapak saya selalu membawa gitar string-nya. Sedikit menggaggu pendengaran kalau memainkannya dengan salah-salah. Tapi hal ini membuat saya ingin melanjutkan kegiatan foto kami. Dan ini set keempat&#8230;</p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="text-decoration:underline;">SET KEEMPAT</span></strong></p>
<p style="text-align:left;">
<div class="mceTemp" style="text-align:left;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/dsc_0363.jpg"><img class="size-medium wp-image-48" title="DSC_0363" src="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/dsc_0363.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">ini dia si bapak.. </dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Ruang depan, dekat piano, dan lagi-lagi bersandar di jendela. Pancaran cahaya ditempat itu kebetulan bagus. Selama motret bapak, saya sedikit merasa seperti sedang membuat cover album atau motret untuk majalah musik karena gayanya yang duduk bersandar bermain gitar (Sedikit dangdutan kayaknya). Tapi sepertinya bapak saya tidak sekeren itu untuk dijadikan cover album atau foto majalah. Setelah dapat beberapa ‘jepretan’, set keempat ini disudahi sajalah. Set ini menjadi penutup dari photoworks kita di hari libur yang santai ini.</p>
<p style="text-align:left;">Mungkin tulisan saya hari ini adalah satu dari sekian banyak gambaran kegiatan seru di hari libur ini. Saya akan sangat senang sekali jika ada yang mau membagi cerita tentang liburan ‘long-weekend’ para pemabaca sekalian..</p>
<p style="text-align:left;">With love,</p>
<p style="text-align:left;">Najma Nabila Savitri</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/najmanabilafz.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/najmanabilafz.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/najmanabilafz.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/najmanabilafz.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/najmanabilafz.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/najmanabilafz.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/najmanabilafz.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/najmanabilafz.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/najmanabilafz.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/najmanabilafz.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/najmanabilafz.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/najmanabilafz.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/najmanabilafz.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/najmanabilafz.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=43&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/12/18/friday-photoworks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a6e08148246addf8befd8c4ba4710bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bella</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/dsc_0289.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/dsc_0331.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0331</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/dsc_0344.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0344</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/dsc_0363.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0363</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>85 CUP 2009</title>
		<link>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/12/16/85-cup-2009/</link>
		<comments>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/12/16/85-cup-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 06:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nabila Fz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://najmanabilafz.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Mulai tanggal 12 Desember sampai dengan 19 Desember, SMPN 85 Jakarta akan menyelenggarakan 85 cup. 85 cup adalah sebuah ajang pertandingan futsal dan basket bagi beberapa sekolah yang berada di Jakarta. Menurut sepengetahuan saya, terakhir kali sekolah kami mengadakan 85 cup pada tahun 2002. Dan tahun 2009 ini, dengan bangga kami kembali mempersembahkan 85 cup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=39&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_41" class="wp-caption alignleft" style="width: 222px"><a href="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/85-cup1.jpg"><img class="size-medium wp-image-41" title="85 cup" src="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/85-cup1.jpg?w=212&#038;h=300" alt="85 cup 2009" width="212" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">SMPN 85 Jakarta Proudly Present~85 CUP 2009 &quot;Let&#39;s Challenge Your Future!&quot; Basketball and Futsal Competition 12-19 December, Be There!	 		 </p></div>
<p style="text-align:left;">Mulai tanggal 12 Desember sampai dengan 19 Desember, SMPN 85 Jakarta akan menyelenggarakan 85 cup. 85 cup adalah sebuah ajang pertandingan futsal dan basket bagi beberapa sekolah yang berada di Jakarta. Menurut sepengetahuan saya, terakhir kali sekolah kami mengadakan 85 cup pada tahun 2002. Dan tahun 2009 ini, dengan bangga kami kembali mempersembahkan 85 cup 2009.</p>
<p style="text-align:left;">Semua panitia 85 cup adalah siswa-siswi SMPN 85. Mereka yang menyusun acara ini mulai dari persiapan dan pada saat pelaksanaan. Mereka bekerja keras selama beberapa bulan kebelakang dan masih harus bekerja keras selama satu minggu acara berlangsung. Panitia dibagi-bagi menajadi beberapa seksi. Ada seksi konsumsi, keamanan, perlengkapan, dokumentasi, dan lain sebagainya. Semuanya bekerja sesuai dengan bagiannya. Tapi tetap membantu teman-teman dari seksi yang lainnya untuk bekerja untuk satu hal dan beberapa hal yang lainnya. Seperti setelah hujan reda yang mengharuskan banyak orang untuk terlibat dalam hal kebersihan, membantu seksi kebersihan untuk mengeringkan lapangan.</p>
<p style="text-align:left;">Pembukaan berlangsung sangat meriah dan penuh semangat. Semuanya masih dalam posisi 100%. Memang, pada saat pembukaan, beberapa ujian memang terasa betul bagi kami sebagai bagian dari SMPN 85. Beberapa kali hujan datang. Dan hujan selalu saja datang pada saat sebuah pertandingan sedang berlangsung. Hal ini menjadikan pertandingan sempat terputus dan tertunda beberapa kali. Tapi puji syukur semuanya bisa kembali berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan.<span id="more-39"></span></p>
<p style="text-align:left;">Acara berlangsung meriah. Pertandingan berlangsung seru. Tim dari SMPN 85 juga beberapa kali menang. Kecelakaan-kecelakaan kecil memang beberapa kali terjadi. Baik dari tim kami, maupun tim dari sekolah lain. Tapi ini tidak menyurutkan semangat para pemain dan para supporternya. Seluruh tim yang bertanding, bermain dengan sangat baik dan sangat maksimal. Setiap pertandingan berlangsung keras. Kemampuan yang dimiliki setiap tim dari sekolah yang berbeda-beda ini pun relatif seimbang. Hal ini membuat antusiasme dari para supporter juga semakin menggebu.</p>
<p style="text-align:left;">Saya berani bilang, 85 cup akan semakin seru untuk disaksikan. Dan tentunya dengan pertandingan-pertandingan futsal dan basket yang masih banyak lagi dengan kualitas setiap pertandingan yang bisa dibilang mantap. Bukan sekedar pertandingan yang ringan dengan kekuatan tim yang tidak seimbang. Saya pikir, tidak sia-sia rasanya bila orang umum mengeluarkan uang 3000 rupiah untuk menyaksikan perhelatan dari kami ini.</p>
<p style="text-align:left;">Dengan diadakannya acar-acara seperti ini, saya yakin dapat menciptakan generasi-generasi penerus yang hebat dengan semangat berkompetisi yang besar dan teruji. Mungkin kali ini hanya ditingkat antar sekolah. Tapi jika semangat itu terus digali, pada ujungnya akan menjadikan sebuah jiwa berkompetisi yang baik dan dapat menjadikan generasi kami ini adalah generasi penerus yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>S</strong><strong>MPN 85 Jakarta Proudly Present~85 CUP 2009 &#8220;Let&#8217;s Challenge Your Future!&#8221; Basketball and Futsal Competition 12-19 December, Be There!</strong><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/najmanabilafz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/najmanabilafz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/najmanabilafz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/najmanabilafz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/najmanabilafz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/najmanabilafz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/najmanabilafz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/najmanabilafz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/najmanabilafz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/najmanabilafz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/najmanabilafz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/najmanabilafz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/najmanabilafz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/najmanabilafz.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=39&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/12/16/85-cup-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a6e08148246addf8befd8c4ba4710bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bella</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/12/85-cup1.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">85 cup</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Asuhan Rembulan</title>
		<link>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/12/04/anak-asuhan-rembulan/</link>
		<comments>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/12/04/anak-asuhan-rembulan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 14:42:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nabila Fz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://najmanabilafz.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Yapp&#8230; sebuah kalimat pendek dengan 3 kata yang menggambarkan saya disaat weekend dan disaat saya merasakan susahnya memejamkan mata walaupun hanya untuk satu gelap malam. Kalimat “anak asuhan rembulan” ini adalah kalimat yang saya dapatkan dari ucapan bapak. Dan kalimat ini tak pernah lepas dari benak karena mungkin salah satu individu di kalimat itu adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=34&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yapp&#8230; sebuah kalimat pendek dengan 3 kata yang menggambarkan saya disaat weekend dan disaat saya merasakan susahnya memejamkan mata walaupun hanya untuk satu gelap malam. Kalimat “anak asuhan rembulan” ini adalah kalimat yang saya dapatkan dari ucapan bapak. Dan kalimat ini tak pernah lepas dari benak karena mungkin salah satu individu di kalimat itu adalah diri saya sendiri.</p>
<p>Saya pastikan, ini bukan penyakit insomnia, tapi mungkin ini adalah penyakit lumrah manusia. Yaitu sangat susah sekali untuk menahan godaan walaupun godaan itu tak lebih besar dari biji zarah. Sinar terang dari screen laptop yang membuat imajinasi saya terus mengalir, internet connection : online, blackberry yang terus menggoda ku untuk meng-updates status di twitter, dan lain sebagainya. Sebetulnya, kantuk itu sudah datang bertamu kepada saya. Tetapi godaan – godaan tadi membuat saya memaksakan untuk terus membuka mata selebar mungkin. Mungkin kantuk itu tak tahan menunggu lama untuk dibukakan pintu dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi menjauh dari dua mata bulat ini.</p>
<p>Saya memiliki aktivitas malam yang bisa dibilang sedikit berbeda dari orang kebanyakan. Tak pernah menginjakan kaki di lantai dansa, tak pernah berpacaran ria dengan motor besar atau mobil sport berkeliling kota di malam hari, tak pernah menonton film bioskop ‘midnight show’ bersama teman – teman sebaya. Yang pasti tak sedikit pun aktivitas malam ala anak “gaul” saya geluti. Aktivitas malamku hanyalah menjajaki laptop sepanjang malam hingga adzan shubuh itu tiba. Jikalau tak ada ketukan pintu tanda peringatan tidur dari ibu.</p>
<p>Kalau orang lain, khususnya anak SMP sekarang sering dengan bangga mengaku – ngaku insomnia karena tidak bisa tidur padahal jam masih menunjukkan pukul 23.30, menurut saya itu sangatlah aneh dan tidak masuk akal. Pikirkan saja&#8230;. Jam 23.30 masih terlalu sore untuk banyak orang. Masih banyak orang yang bekerja disaat itu. Jalan – jalan protokol masih sangatlah ramai. Belum terhenti bunyi klakson mobil, bunyi mesin mobil yang sedang digas untuk melaju, dan terangnya sinar lampu kendaraan bermotor. Belum berhenti aktivitas sehari – hari beberapa orang. So, itu belum terlalu malam untuk bisa membuat kita merasa bahwa jika diwaktu itu kita belum bisa tidur, berarti kita adalah satu dari sekian banyak penderita insomnia di muka bumi ini.</p>
<p>Menurut saya itu hal yang aneh dan sedikit ‘di atas normal’. Para penderita insomnia yang sesungguhnya, sangat merasakan betapa tidak enaknya mengidap penyakit yang sebetulnya sangat mengganggu jam istirahat manusia. Penyakit itu bukan lah penyakit yang keren. Tak ada satupun penyakit yang keren walaupun semahal apapun biaya dan selangka apapun penyakitnya. Pada akhirnya penyakit tetaplah penyakit. Kembali ke dalam artian yang sesungguhnya yaitu, suatu hal yang mengganggu kehidupan setiap manusia. Saya memang bukanlah seorang dokter atau pakar tentang penyakit seperti ini. Tapi saya percaya, setiap orang yang masih berfikir ‘normal’ akan berpendapat sama dengan saya.</p>
<p>Okkay.. ini sekian dari saya. Secarik pemikiran saya tentang insomnia dan “insomnia”</p>
<p>Wassalam&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/najmanabilafz.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/najmanabilafz.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/najmanabilafz.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/najmanabilafz.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/najmanabilafz.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/najmanabilafz.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/najmanabilafz.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/najmanabilafz.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/najmanabilafz.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/najmanabilafz.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/najmanabilafz.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/najmanabilafz.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/najmanabilafz.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/najmanabilafz.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=34&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/12/04/anak-asuhan-rembulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a6e08148246addf8befd8c4ba4710bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bella</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konvergensi Tiga Layar</title>
		<link>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/10/30/konvergensi-tiga-layar/</link>
		<comments>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/10/30/konvergensi-tiga-layar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 07:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nabila Fz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[konvergensi tiga layar]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://najmanabilafz.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Akhir – akhir ini banyak sekali masyarakat yang menjadi “korban terdampak” konvergensi tiga layar. 3 kata dalam satu kalimat yang menggambarkan fenomena betapa ketergantungannya dan kecanduannya masyarakat untuk menatap layar terang ini secara terus &#8211; menerus. online news merupakan salah satu bentuk nyata dari kehidupan &#8220;konvergensi tiga layar&#8221; Fenomena kolaborasi dari berbagai macam teknologi ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=14&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Akhir – akhir ini banyak sekali masyarakat yang menjadi “korban terdampak” konvergensi tiga layar. 3 kata dalam satu kalimat yang menggambarkan fenomena betapa ketergantungannya dan kecanduannya masyarakat untuk menatap layar terang ini secara terus &#8211; menerus.</p>
<p style="text-align:left;">
<div class="mceTemp" style="text-align:left;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-medium wp-image-24" title="Typewriter close up shot, concept of Online News" src="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/10/online-news1.jpg?w=300&#038;h=199" alt="Typewriter close up shot, concept of Online News" width="300" height="199" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">online news merupakan salah satu bentuk nyata dari kehidupan &#8220;konvergensi tiga layar&#8221;</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Fenomena kolaborasi dari berbagai macam teknologi ini, kerap dikenal di dunia industri dengan termin ”konvergensi tiga layar”: layar TV, layar telepon genggam dan layar komputer.  Dengan konvergensi ini pula lah, berbagai macam konten dapat didistribusikan melalui berbagai macam cara dalam waktu yang seketika.<br />
Fenomena ini pula lah yang melahirkan terjadinya komunitas-komunitas di dunia maya yang melampaui segala macam batasan, seperti batas geografis dunia, demografi, psikografi dan lain lain.  Sebagai salah satu contoh adalah situs jaringan sosial atau ’social networking’ Facebook yang mempunyai pengunjung harian sebanyak 132 juta orang per hari, jumlah yang dua kali lebih besar dari penduduk Inggris pada saat ini.<span id="more-14"></span></p>
<p style="text-align:left;">Saya percaya, dalam satu dekade ke depan, dengan majunya infrastruktur ’backbone’ telekomunikasi, akan lebih dari 100 juta penduduk yang dapat mengakses dunia maya, di mana tentunya terdapat informasi yang luar biasa jumlahnya.</p>
<p style="text-align:left;">Kalau 3 layar ini dikupas secara satu – persatu, mungkin begini ceritanya..</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Pertama, dari sisi “layar” televisi </strong></p>
<p style="text-align:left;">Mungkin pada umumnya kehidupan dan keseharian masyarakat sangat dekat dengan televisi. Hampir setiap waktu luang diisi dengan mencari informasi atau hiburan dari televisi. Kalau melihat dampak positif dari televisi sangatlah banyak. Mulai dari info – info keseharian, info – info dalam negeri dan mancanegara, dan juga ilmu – ilmu pengetahuan. Bukan hanya sisi positive di sini yang sekarang sangat bisa terbaca oleh kita. Sekarang ini tak heran jika banyak sekali orang yang dapat digolongkan sebagai “korban terdampak” oleh media televisi. Sering lupa waktu merupakan dampak yang paling buruk dari dekatnya kita dengan televisi. Terkadang intensitas bertemu dengan orang tua dan keluarga bisa lebih minim jika dibandingkan dengan intensitas bertemu dengan layar televisi.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Kedua, dilihat dari sisi “layar” telefon genggam</strong></p>
<p style="text-align:left;">Hampir setiap lapisan masyarakat telah menggunakan dan menikmati fasilitas yang dimiliki oleh telefon genggam. Dari golongan “atas” sampai golongan “orang kecil”, rata – rata sudah menggunakan telefon genggam. Sekarang ini keberadaan telefon genggam atau handphone tidak lah lagi dianggap sesuatu yang mewah. Mungkin yang bisa dilihat sedikit ‘keren’ adalah jenisnya.</p>
<p style="text-align:left;">Sangat terlihat di industri telepon genggam, selama teknologi disajikan dengan kriteria: sederhana, harga terjangkau dan bernuansa lokal, pengguna dapat menerima dengan baik.  Bahkan, saya pun berandai-andai bahwa teknologi telepati pun, apabila sudah ada dan memenuhi kriteria kriteria tadi, dapat pula disajikan, dan pasti diterima dengan baik oleh masyarakat.</p>
<p style="text-align:left;">Ada pula telefon genggam golongan smart phone yang sedang menjamur dikehidupan masyarakat. Sebut sajalah blackberry. Smart phone ini memang lagi ‘booming’ sekarang ini. kemudahan untuk berkomunikasi lebih intensif memang benar – benar bisa dinikmati setiap penggunanya. Tapi kembali lagi, ini bisa membuat orang menjadi “korban terdampak” lagi. Mungkin awalnya memang berniat untuk menunjang hubungan kerja dan lain sebagainya. Tetapi pada akhirnya banyak fitur – fitur lain yang bisa membuat seseorang menjadi ‘kecanduan’ untuk terus memencet tombol – tombolnya dan terus memutar – mutar trackballnya.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Ketiga, dari sisi Internet (“layar” komputer atau laptop) </strong></p>
<p style="text-align:left;">Kehidupan masyarakat akhir – akhir ini memang benar – benar tidak lepas dari yang namanya internet. Sebut sajalah bermain facebook, twitter, atau menonton video – video dari youtube. Seperti halnya seorang perokok yang tak bisa lepas dari rokoknya, penikmat internet pun sudah banyak yang bisa dibilang tidak bisa jauh dari kehidupan ‘depan layar’ tersebut.</p>
<p style="text-align:left;">Sebagai contoh dalam kehidupan anak muda atau khususnya kalangan pelajar. Kalau ini mungkin saya bahas menurut ‘kaca mata’ saya. Sebagai pelajar SMP yang kesehariannya hanya dipenuhi dengan hal – hal yang itu – itu saja (sekolah dan les), terkadang membuat saya merasa bosan dan jenuh akan kesearian yang tak pernah berubah hingga beberapa tahun kedepan. Sekarang sudah tahun ke-sembelian saya menjalani hari – hari seperti ini. Sebagai hiburan ya pilihannya hanya sedikit. Kalau tidak mencari hiburan – hiburan kecil di rumah, memuaskan diri dengan hobby, jalan – jalan bersama teman, atau bermain internet. Nah, yang paling sering dan mudah untuk dilakukan adalah bermain internet. Terkesan hanya sesuatu yang tidak penting dan membuang waktu. Tapi berpengaruh besar bagi saya untuk mencari informasi harian dari media – media online, ilmu pengetahuan (sengaja atau tidak sengaja), dan menghilangkan rasa jenuh yang tak pernah henti – hentinya meracuni hari – hari yang terus begini.</p>
<p style="text-align:left;">Jikalau dilihat dari sisi ini, memanglah internet sangat menghibur. Tapi jika kita lihat dari sisi lain, seperti sudut pandang para profesional sibuk mungkin lain lagi ceritanya&#8230;.</p>
<p style="text-align:left;">Ini mungkin sangat berkaitan  dengan yang kedua (telefon genggam). Sekarang banyak sekali orang yang sangat membutuhkan handphone yang bisa digunakan untuk mengakses internet juga. Mungkin yang paling efektif untuk itu ya smart phone. Sebutlah blackberry, iPhone, ataupun smartphone yang lain. Ketergantungan yang paling terasa adalah di sisi intensitas dan kemudahan membuka atau mengirim e-mail dan berinteraksi dengan orang sekitar. Tanpa disadari, ini adalah satu bentuk akan kecanduan seseorang terhadap dunia yang tak mempunyai sekat untuk ruang dan waktu. Tetapi dengan alat – alat seperti ini terkadang mereka merasa di  push untuk berkaja tanpa batasan ruang dan waktu juga.</p>
<p style="text-align:left;">Mungkin ini segelintir pemikiran saya dan banyaknya celotehan akan konvergensi tiga layar.</p>
<p style="text-align:left;">Wassalam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/najmanabilafz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/najmanabilafz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/najmanabilafz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/najmanabilafz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/najmanabilafz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/najmanabilafz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/najmanabilafz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/najmanabilafz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/najmanabilafz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/najmanabilafz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/najmanabilafz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/najmanabilafz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/najmanabilafz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/najmanabilafz.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=14&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/10/30/konvergensi-tiga-layar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a6e08148246addf8befd8c4ba4710bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bella</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/10/online-news1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Typewriter close up shot, concept of Online News</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Dirinya (Prolog)</title>
		<link>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/10/16/hello-world/</link>
		<comments>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/10/16/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 14:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nabila Fz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[prolog]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Bernama benar Najma Nabila Savitri yang akrab dipanggil Bella. Seorang gadis yang merupakan putri tunggal di keluarga intinya. Cucu pertama dari 2 bersepupu di keluarga ibu dan cucu ke 9 dari 23 bersepupu di keluarga bapak. Mungkin sekian banyak orang beropini bahwa gadis ini adalah seorang gadis manja. Bahkan tidak hanya opini, justru lebih ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=1&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align:left;">
<p>Bernama benar Najma Nabila Savitri yang akrab dipanggil Bella. Seorang gadis yang merupakan putri tunggal di keluarga intinya. Cucu pertama dari 2 bersepupu di keluarga ibu dan cucu ke 9 dari 23 bersepupu di keluarga bapak. Mungkin sekian banyak orang beropini bahwa gadis ini adalah seorang gadis manja. Bahkan tidak hanya opini, justru lebih ke arah “mem-fonis.</p>
</div>
<div id="attachment_29" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-29" title="wif camera on kahitna's" src="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/10/wif-camera-on-kahitnas5.jpg?w=300&#038;h=252" alt="wif camera on kahitna's" width="300" height="252" /><p class="wp-caption-text">ekspresi yang selalu terungkapkan secara visual</p></div>
<p>Gadis ini adalah seorang pelajar dari setiap hal di muka bumi. Mungkin secara tertulis dan terdata, sampai saat ini, secara tertulis gadis ini adalah 1 dari sekian banyak “penuntut ilmu” di SMPN 85 Jakarta Selatan. Sekarang ia duduk di bangku kelas 9, tepatnya di kelas 9.8, dengan nomor absen di atas angka 30 (mungkin ini tidak penting. Hehehe&#8230;) Dan insyaallah akan bisa melanjutkan studi-nya ketingkat yang lebih tinggi lagi.<span id="more-1"></span></p>
<p>Di luar aktivitasnya sebagai seorang pelajar sekolah, ia juga menjadi pelajar dibidang musik. Yepp, ia sedang terus menggali kemampuannya bermain piano dengan didampingi oleh seorang guru piano klasik, pop, dan jazz yang juga mantan captain pilot. Mungkin gadis ini sering membuat kesal gurunya tersebut. Tapi bagusnya, ia mendapatkan guru piano yang sangat sabar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selain pelajar di bidang musik, ia juga seorang pelajar di dunia tulis – menulis dan blogging. Di sisi yang resmi, ia pernah mengikuti blogshop dari sebuah komunitas kanal blog, Kompasiana. Tapi dari sisi yang tidak resmi atau bisa dibilang otodidak, ia hanya sering membaca tulisan – tulisan pendek seperti tulisan atau artikel – artikel yang terdapat di koran maupun di website – website berita. Tetapi kalau untuk membaca novel atau buku – buku fiksi nan tebal, gadis ini hanya menggelengkan kepalanya seakan menolak “mentah – mentah”.</p>
<p>Gadis ini hanya ingin menulis semua yang ada dipikirannya dan semua yang tengah dirasakannya. Hidup di sebuah keluarga yang terkadang sedikit otoriter dan membuatnya bingung untuk mengungkapkan pemikiran, perasaan, dan apa yang dimau membuat gadis ini ingin mengukir semua dengan indah dan bukan diungkapkan layaknya catatan kesedihan.</p>
<p>Sebagai gadis yang hampi 60% hari – harinya diwarnai dengan banyaknya imajinasi dan khayalan akan sesuatu yang fana maupun nyata, ia ingin mencoba berbagi dan menuangkan dalam bentuk hitam di atas putih atau warna selain hitam di atas warna selain putih. Menulis yang telah ia ketahui untuk dapat lebih banyak tahu. Dan dengan penuh harapnya, ia bisa bertukar pikiran dengan banyak orang di muka bumi. Ia yakin di dunia baru ini, tak ada sekat yang bisa membatasinya untuk berinteraksi dengan siapapun.</p>
<p>Tentang dirinya,</p>
<p>Ya begini adanya. Mengisi hari – hari dengan penuh obsesi untuk sesuatu yang lebih baik. Sangat terobsesi sebagai pianis handal, ya handal, bukan harus terkenal. Sangat percaya akan do’a dari orang tua untuk dirinya. Percaya sekali akan do’a yang diberikan oleh neneknya untuk dirinya. Dan sangat menyayangi keluarga dan teman &#8211; temannya walaupun terkadang itu tak terlihat karena tingkah lakunya yang tak bisa dilihat sebagai orang yang penyayang. Hahahhaa&#8230;</p>
<p>Love, N-Fz</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/najmanabilafz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/najmanabilafz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/najmanabilafz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/najmanabilafz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/najmanabilafz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/najmanabilafz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/najmanabilafz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/najmanabilafz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/najmanabilafz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/najmanabilafz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/najmanabilafz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/najmanabilafz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/najmanabilafz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/najmanabilafz.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=najmanabilafz.wordpress.com&amp;blog=9967691&amp;post=1&amp;subd=najmanabilafz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://najmanabilafz.wordpress.com/2009/10/16/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a6e08148246addf8befd8c4ba4710bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bella</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://najmanabilafz.files.wordpress.com/2009/10/wif-camera-on-kahitnas5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wif camera on kahitna's</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
