Archive for December 2009
Menonton Tragedi
Sebelumnya, saya tak sedikitpun terfikir untuk menulis tentang ini. Tetapi setelah membaca sebuah artikel dari salah satu jurnalis yang sekarang sudah menjadi presenter di sebuah stasiun televisi. Bukan menjiplak lho, hanya terinspirasi.
Luapan lumpur Sisoarjo adalah bencana yang sangat besar di Sidoarjo terjadi beberapa tahun lalu dan masih fenomenal hinggi kini. Sampai saat ini masih banyak korban terdampak lumpur Sidoarjo yang masih merasa belum diberi ganti rugi walaupun di pihak yang menurut para korban harus memberi ganti rugi menyatakan bahwa sebagian besar ganti rugi sudah dilunasi. Hanya sekedar mengingatkan. Sebetulnya, ini bukan pembicaraan yang saya tujukan.
Masih ingatkah anda betapa fenomenalnya, betapa membludaknya pemberitaan tentang adanya luapan lumpur ini beberapa tahun silam. Dan pastinya kita semua dapat membayangkan bagaimana kerasnya jeritan mereka para korban terdampak lumpur Sidoarjo ini. bantuan terlihat banyak berdatangan pada saat itu. Terkesan semuanya prihatin akan bencana ini. kagiatan amal dimana-mana. Penggalangan dana juga dimana-mana. Mungkin bantuan ini bisa dibilang sekedar emosional belaka. Tak lagi banyak yang peduli akan kehidupan paska bencana. Malah yang ada adalah kenikmatan dari orang luar untuk menyaksikan fenomena alam ini. Mereka sebut ini dengan nama “Wisata Lumpur”. Perlu diingat, ini sebuah bencana besar. Terdengar jeritan dan tangisan yang sangat kencang dari dalam hati mereka para korban terdampak lumpur Sidoarjo ini. Read the rest of this entry »
Friday Photoworks
Photo… photo… saya sebetulnya ingin membuat ini terdengar seperti seorang anak kecil yang memanggil temannya untuk bermain bersama di sore hari. Tapi karena ini sebuah tulisan, ya kayaknya tidak bisa diperdengarkan. Saya pikir para pembaca mengerti apa yang saya maksud di atas. Okelah, jangan terlalu banyak basa-basi. Sekarang saya akan memulai pembicaraan yang sebenarnya.
Photography.. Sebuah hobi yang sedang saya geluti sekarang ini bermula dari pernikahan sepupu saya. Bukan saya memang yang menjadi fotografer di acara itu. Tapi waktu itu saya ingin membuat dokumentasi pribadi karena menurut saya itu sebuah moment yang baik juga untuk diabadikan. Acara tersebut benar-benar membuat saya “berteman baik” dengan camera.
Pose yang tak direncanakan sebelumnya, waktu yang dipakai ya sekepinginnya, objek yang sedanya, dan jika memakai objek manusia ya yang kepingin difoto saja. Yang penting saat mengerjakan fun dan hasilnya bagus. Prinsip ini yang saya pegang dalam urusan photography. Memang kacau dan berantakan. Dan sepertinya tidak baik untuk ditiru. Tapi menurut saya, photography (yang dalam hal ini sebagai sebuah hobi belaka) adalah seni. Seni itu hiburan, bukan sesuatu yang mengikuti banyak aturan yang membosankan. Jadi ya untuk melakoninya kembali kepada si pelakon. Tidak harus membaca rumus dan tidak harus buka tanggalan dulu.
Seperti hari ini. Saya libur, orang tua saya libur. Kita menghabiskan hari libur ini di rumah. Bukan suatu hal yang membosankan bagi kami untuk menghabiskan waktu libur di rumah. House sucha heaven bagi kami. Semuanya indah di sini (jika tidak ada satu orang yang mengganggu alias meri-meri alias marah-marah).
Televisi sudah menemani sejak kami bangun tidur. Kasian kayaknya kalau harus dipaksa menamani kami seharian tanpa henti. Oke, saya dan bapak –yang notabene sama-sama menggemari photography- berinisiatif untuk membuat photoworks iseng-isengan. Ini tercetus karena kami melihat cahaya matahari yang bagus dari pintu menuju balkon. Cahaya ini menginspirasi kami untuk melakukan photoworks. Read the rest of this entry »
85 CUP 2009

SMPN 85 Jakarta Proudly Present~85 CUP 2009 "Let's Challenge Your Future!" Basketball and Futsal Competition 12-19 December, Be There!
Mulai tanggal 12 Desember sampai dengan 19 Desember, SMPN 85 Jakarta akan menyelenggarakan 85 cup. 85 cup adalah sebuah ajang pertandingan futsal dan basket bagi beberapa sekolah yang berada di Jakarta. Menurut sepengetahuan saya, terakhir kali sekolah kami mengadakan 85 cup pada tahun 2002. Dan tahun 2009 ini, dengan bangga kami kembali mempersembahkan 85 cup 2009.
Semua panitia 85 cup adalah siswa-siswi SMPN 85. Mereka yang menyusun acara ini mulai dari persiapan dan pada saat pelaksanaan. Mereka bekerja keras selama beberapa bulan kebelakang dan masih harus bekerja keras selama satu minggu acara berlangsung. Panitia dibagi-bagi menajadi beberapa seksi. Ada seksi konsumsi, keamanan, perlengkapan, dokumentasi, dan lain sebagainya. Semuanya bekerja sesuai dengan bagiannya. Tapi tetap membantu teman-teman dari seksi yang lainnya untuk bekerja untuk satu hal dan beberapa hal yang lainnya. Seperti setelah hujan reda yang mengharuskan banyak orang untuk terlibat dalam hal kebersihan, membantu seksi kebersihan untuk mengeringkan lapangan.
Pembukaan berlangsung sangat meriah dan penuh semangat. Semuanya masih dalam posisi 100%. Memang, pada saat pembukaan, beberapa ujian memang terasa betul bagi kami sebagai bagian dari SMPN 85. Beberapa kali hujan datang. Dan hujan selalu saja datang pada saat sebuah pertandingan sedang berlangsung. Hal ini menjadikan pertandingan sempat terputus dan tertunda beberapa kali. Tapi puji syukur semuanya bisa kembali berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Read the rest of this entry »
Anak Asuhan Rembulan
Yapp… sebuah kalimat pendek dengan 3 kata yang menggambarkan saya disaat weekend dan disaat saya merasakan susahnya memejamkan mata walaupun hanya untuk satu gelap malam. Kalimat “anak asuhan rembulan” ini adalah kalimat yang saya dapatkan dari ucapan bapak. Dan kalimat ini tak pernah lepas dari benak karena mungkin salah satu individu di kalimat itu adalah diri saya sendiri.
Saya pastikan, ini bukan penyakit insomnia, tapi mungkin ini adalah penyakit lumrah manusia. Yaitu sangat susah sekali untuk menahan godaan walaupun godaan itu tak lebih besar dari biji zarah. Sinar terang dari screen laptop yang membuat imajinasi saya terus mengalir, internet connection : online, blackberry yang terus menggoda ku untuk meng-updates status di twitter, dan lain sebagainya. Sebetulnya, kantuk itu sudah datang bertamu kepada saya. Tetapi godaan – godaan tadi membuat saya memaksakan untuk terus membuka mata selebar mungkin. Mungkin kantuk itu tak tahan menunggu lama untuk dibukakan pintu dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi menjauh dari dua mata bulat ini.
Saya memiliki aktivitas malam yang bisa dibilang sedikit berbeda dari orang kebanyakan. Tak pernah menginjakan kaki di lantai dansa, tak pernah berpacaran ria dengan motor besar atau mobil sport berkeliling kota di malam hari, tak pernah menonton film bioskop ‘midnight show’ bersama teman – teman sebaya. Yang pasti tak sedikit pun aktivitas malam ala anak “gaul” saya geluti. Aktivitas malamku hanyalah menjajaki laptop sepanjang malam hingga adzan shubuh itu tiba. Jikalau tak ada ketukan pintu tanda peringatan tidur dari ibu.
Kalau orang lain, khususnya anak SMP sekarang sering dengan bangga mengaku – ngaku insomnia karena tidak bisa tidur padahal jam masih menunjukkan pukul 23.30, menurut saya itu sangatlah aneh dan tidak masuk akal. Pikirkan saja…. Jam 23.30 masih terlalu sore untuk banyak orang. Masih banyak orang yang bekerja disaat itu. Jalan – jalan protokol masih sangatlah ramai. Belum terhenti bunyi klakson mobil, bunyi mesin mobil yang sedang digas untuk melaju, dan terangnya sinar lampu kendaraan bermotor. Belum berhenti aktivitas sehari – hari beberapa orang. So, itu belum terlalu malam untuk bisa membuat kita merasa bahwa jika diwaktu itu kita belum bisa tidur, berarti kita adalah satu dari sekian banyak penderita insomnia di muka bumi ini.
Menurut saya itu hal yang aneh dan sedikit ‘di atas normal’. Para penderita insomnia yang sesungguhnya, sangat merasakan betapa tidak enaknya mengidap penyakit yang sebetulnya sangat mengganggu jam istirahat manusia. Penyakit itu bukan lah penyakit yang keren. Tak ada satupun penyakit yang keren walaupun semahal apapun biaya dan selangka apapun penyakitnya. Pada akhirnya penyakit tetaplah penyakit. Kembali ke dalam artian yang sesungguhnya yaitu, suatu hal yang mengganggu kehidupan setiap manusia. Saya memang bukanlah seorang dokter atau pakar tentang penyakit seperti ini. Tapi saya percaya, setiap orang yang masih berfikir ‘normal’ akan berpendapat sama dengan saya.
Okkay.. ini sekian dari saya. Secarik pemikiran saya tentang insomnia dan “insomnia”
Wassalam…