Belajar dari Mereka Yang (dianggap) Belum Tahu Apa-apa
Saya kembali ke sini karena suatu keharusan tugas. Tapi saya senang, ada satu hal yang akhirnya memotivasi saya untuk kembali menulis. Saya kembali dengan status baru sebagai anak SMA. Terlalu banyak hal yang cukup menyibukkan saya semenjak saya duduk di bangku SMA. Berat, tapi cukup indah. Saya kembali bukan untuk menceritakan masa SMA saya. Terlalu rumit untuk diceritakan, maka saya akan langsung mengerjakan tugas ini.
Beberapa bulan lalu saya membaca tweet seseorang yang saya lupa siapa, membicarakan tentang perbedaan antara orang dewasa dan anak-anak. Cukup menarik ketika membacanya. Seperti suatu perbandingan yang lucu, tetapi masuk akal.
Orang dewasa, yang dengan kecerdasannya dan kelihaiannya menyusun kata-kata sering berkicau tentang kehidupan. Bahkan berteori tentang kehidupan.
Saya pikir, mereka terlalu lama sekolah. Bukan bermaksud buruk, tapi buku-buku tebal yang mengaung teori-teori ilmiah sedikit membutakan mereka. Hal ini benar-benar membuat mereka terbuai dalam teori. Padahal kebanyakan dari mereka tidak dapat memaknai teori yang mereka ungkapkan.
Ketika orang dewasa berbicara mimpi. Mereka berkoar “Jangan takut untuk bermimpi!”
Tidakkah mereka sadar ketika mereka takut untuk bermimpi?
Saya tidak ingin berkata tentang mereka terlebih dahulu. Saya ingin membandingkan dengan diri saya sendiri. Ketika saya masih duduk dibangku Taman Kanak-kanak, saya banyak mendengar cita-cita besar teman-teman saya. Dan saya baru menyadarinya sekarang.
Anak kecil yang dianggap belum tahu banyak itu, bisa dengan percaya diri berteriak “Aku mau jadi presiden!” Anak lain lagi berteriak “Aku mau jadi Superman!” Dan banyak cita-cita besar lain yang ada dibenak mereka.
Anak kecil bermain lego dipagi hari. Mereka menyusunnya dan menamakannya gedung. Mereka berkhayal, bermimpi. Mereka berani bermimpi walaupun terlihat fana.
Tugas… Tugas… Ada Tugas yang Lainnya tidak??
Ditengah padatnya kegiatan belajar mengajar di semester 2 ini, bagi siswa-siswi kelas 9 yang sedang persiapan untuk mengahadapi Ujian Akhir, masih ada saja tugas yang memerlukan waktu yang cukup banyak untuk mengerjakannya. Yang paling menyita waktu adalah membuat karya tulis. Jujur, saya suka menulis. Justru tadinya, saya ingin sekali diberi tugas karya tulis. Keinginan saya untuk membuat karya tulis begitu besar setelah memebaca banyak karya tulis yang dibuat oleh orang.
Pada saat Ibu Kusrini, dimana beliau adalah guru Bahasa Indonesia saya, memberikan tugas membuat karya tulis ini saya sangat senang dan semangat. Menurut saya seru juga kalau bisa membuat tulisan dengan “banyak aturan” macam ini. Pertama kali tugas diberikan, setiap murid harus menentukan tema. Saya langsung mendapatkan temanya. Malamnya langsung saya kerjakan. Satu paragraf sudah saya tulis.
Untuk melanjutkannya saya benar-benar kehabisan kata-kata dan fikiran. Sumber sudah ada, isinya sudah banyak yang saya temukan. Tapi yang menbuat saya bingung, bagaimana cara merangkainya? Mau di masukkan, kok jadinya nggak nyambung. Mau di letakkan di bagian pendahuluan, kok kelihatannya lebih tepat diletakkan di bagian isi. Semakin bingung saya mengerjakan ini, banyak yang di ‘delete’ berulang-ulang, semakin malas pastinya saya mengerjakan. Walah… dasar malas!
Deadline tanggal 27 Januari 2010 kelas saya harus mengumpulkan karya tulisnya. Hari ini tanggal 19 Januari, terhitung sudah minggu kedua sejak hari pertama tugas ini diberikan oleh guru saya tercinta, Ibu Kusrini. Tapi sampai sekarang, bab 1 karya tulis saya saja belum selesai. Yang tadinya keinginan saya untuk membuat karya tulis sangatlah besar, mendadak menciut karena telah mengetahui rumitnya membuat karya tulis. Belum lagi, disela-sela tugas membuat karya tulis ini masih banyak tugas-tugas lain yang selalu mengejar saya dan teman-teman untuk lebih pintar lagi membagi waktu. Makanya, saking malasnya memikirkan tugas ya seabrek, saya lebih senang menulis di blog saja lah. he he.
Okelah, daripada fikiran saya teralihkan terus di blog, lebih baik saya melanjutkan mengerjakan tugas. Tugas yang lain tapi, bukan tugas karya tulis. Masih ada tugas Bahasa Indonesia yang lainnya nih. Membuat teks pidato dan mencatat pidato upacara bendera hari senin kemarin. Tugas matematika, mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS).. Ribet!
Kalau ada tugas lainnya, kasih tahu saya ya teman-teman 9.8 (85 2010)…
Wassalam
Indecisiveness is not a Good Thing at All..
Kalau ada yang mengatakan bahwa anak kecil jangan terlalu dipaksakan untuk menguasai terlalu banyak bahasa karena akan menyebabkan anak itu akan bingung untuk menentukannya. Misalnya, pada saat ia ingin mengucapkan “makan”. Ia akan bingung memilih antara makan, eat, mangan, atau bahasa lain yang mungkin ia ketahui juga.
Tidak jauh beda dengan seseorang yang mempunyai pemikiran yang bercabang yang disebabkan oleh terlalu banyak mendengar pendapat orang lain yang berbeda-beda. Saya mengalaminya. Contohnya seperti tentang pendapat mengenai asuransi-asuransi yang berhubungan dengan kehidupan seseorang. Seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi rumah, tabungan hari tua dan lain-lain.
Guru ngaji saya berpendapat bahwa seseorang tidak perlu mempunyai asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan lain sebagainya. Kata beliau “ngapain harus ikut arusansi ini asuransi itu? Itu kan urusan Allah. Kalau ikut begitu-begitu namanya kita punya rencana sakit dong. Kalau tabungan hari tua berarti kita berfikir bahwa masa tua kita, setelah kita sudah nggak bisa kerja lagi, kita akan hidup susah hanya menyusahkan anak saja. Pasti semuanya sudah diatur jalannya”. Saya memang sering berbeda pendapat dengannya. Di luar pembahasan tafsir al-quran. Tapi ya, dalam hal ini ada benarnya juga. Read the rest of this entry »
Menonton Tragedi
Sebelumnya, saya tak sedikitpun terfikir untuk menulis tentang ini. Tetapi setelah membaca sebuah artikel dari salah satu jurnalis yang sekarang sudah menjadi presenter di sebuah stasiun televisi. Bukan menjiplak lho, hanya terinspirasi.
Luapan lumpur Sisoarjo adalah bencana yang sangat besar di Sidoarjo terjadi beberapa tahun lalu dan masih fenomenal hinggi kini. Sampai saat ini masih banyak korban terdampak lumpur Sidoarjo yang masih merasa belum diberi ganti rugi walaupun di pihak yang menurut para korban harus memberi ganti rugi menyatakan bahwa sebagian besar ganti rugi sudah dilunasi. Hanya sekedar mengingatkan. Sebetulnya, ini bukan pembicaraan yang saya tujukan.
Masih ingatkah anda betapa fenomenalnya, betapa membludaknya pemberitaan tentang adanya luapan lumpur ini beberapa tahun silam. Dan pastinya kita semua dapat membayangkan bagaimana kerasnya jeritan mereka para korban terdampak lumpur Sidoarjo ini. bantuan terlihat banyak berdatangan pada saat itu. Terkesan semuanya prihatin akan bencana ini. kagiatan amal dimana-mana. Penggalangan dana juga dimana-mana. Mungkin bantuan ini bisa dibilang sekedar emosional belaka. Tak lagi banyak yang peduli akan kehidupan paska bencana. Malah yang ada adalah kenikmatan dari orang luar untuk menyaksikan fenomena alam ini. Mereka sebut ini dengan nama “Wisata Lumpur”. Perlu diingat, ini sebuah bencana besar. Terdengar jeritan dan tangisan yang sangat kencang dari dalam hati mereka para korban terdampak lumpur Sidoarjo ini. Read the rest of this entry »
Friday Photoworks
Photo… photo… saya sebetulnya ingin membuat ini terdengar seperti seorang anak kecil yang memanggil temannya untuk bermain bersama di sore hari. Tapi karena ini sebuah tulisan, ya kayaknya tidak bisa diperdengarkan. Saya pikir para pembaca mengerti apa yang saya maksud di atas. Okelah, jangan terlalu banyak basa-basi. Sekarang saya akan memulai pembicaraan yang sebenarnya.
Photography.. Sebuah hobi yang sedang saya geluti sekarang ini bermula dari pernikahan sepupu saya. Bukan saya memang yang menjadi fotografer di acara itu. Tapi waktu itu saya ingin membuat dokumentasi pribadi karena menurut saya itu sebuah moment yang baik juga untuk diabadikan. Acara tersebut benar-benar membuat saya “berteman baik” dengan camera.
Pose yang tak direncanakan sebelumnya, waktu yang dipakai ya sekepinginnya, objek yang sedanya, dan jika memakai objek manusia ya yang kepingin difoto saja. Yang penting saat mengerjakan fun dan hasilnya bagus. Prinsip ini yang saya pegang dalam urusan photography. Memang kacau dan berantakan. Dan sepertinya tidak baik untuk ditiru. Tapi menurut saya, photography (yang dalam hal ini sebagai sebuah hobi belaka) adalah seni. Seni itu hiburan, bukan sesuatu yang mengikuti banyak aturan yang membosankan. Jadi ya untuk melakoninya kembali kepada si pelakon. Tidak harus membaca rumus dan tidak harus buka tanggalan dulu.
Seperti hari ini. Saya libur, orang tua saya libur. Kita menghabiskan hari libur ini di rumah. Bukan suatu hal yang membosankan bagi kami untuk menghabiskan waktu libur di rumah. House sucha heaven bagi kami. Semuanya indah di sini (jika tidak ada satu orang yang mengganggu alias meri-meri alias marah-marah).
Televisi sudah menemani sejak kami bangun tidur. Kasian kayaknya kalau harus dipaksa menamani kami seharian tanpa henti. Oke, saya dan bapak –yang notabene sama-sama menggemari photography- berinisiatif untuk membuat photoworks iseng-isengan. Ini tercetus karena kami melihat cahaya matahari yang bagus dari pintu menuju balkon. Cahaya ini menginspirasi kami untuk melakukan photoworks. Read the rest of this entry »
85 CUP 2009

SMPN 85 Jakarta Proudly Present~85 CUP 2009 "Let's Challenge Your Future!" Basketball and Futsal Competition 12-19 December, Be There!
Mulai tanggal 12 Desember sampai dengan 19 Desember, SMPN 85 Jakarta akan menyelenggarakan 85 cup. 85 cup adalah sebuah ajang pertandingan futsal dan basket bagi beberapa sekolah yang berada di Jakarta. Menurut sepengetahuan saya, terakhir kali sekolah kami mengadakan 85 cup pada tahun 2002. Dan tahun 2009 ini, dengan bangga kami kembali mempersembahkan 85 cup 2009.
Semua panitia 85 cup adalah siswa-siswi SMPN 85. Mereka yang menyusun acara ini mulai dari persiapan dan pada saat pelaksanaan. Mereka bekerja keras selama beberapa bulan kebelakang dan masih harus bekerja keras selama satu minggu acara berlangsung. Panitia dibagi-bagi menajadi beberapa seksi. Ada seksi konsumsi, keamanan, perlengkapan, dokumentasi, dan lain sebagainya. Semuanya bekerja sesuai dengan bagiannya. Tapi tetap membantu teman-teman dari seksi yang lainnya untuk bekerja untuk satu hal dan beberapa hal yang lainnya. Seperti setelah hujan reda yang mengharuskan banyak orang untuk terlibat dalam hal kebersihan, membantu seksi kebersihan untuk mengeringkan lapangan.
Pembukaan berlangsung sangat meriah dan penuh semangat. Semuanya masih dalam posisi 100%. Memang, pada saat pembukaan, beberapa ujian memang terasa betul bagi kami sebagai bagian dari SMPN 85. Beberapa kali hujan datang. Dan hujan selalu saja datang pada saat sebuah pertandingan sedang berlangsung. Hal ini menjadikan pertandingan sempat terputus dan tertunda beberapa kali. Tapi puji syukur semuanya bisa kembali berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Read the rest of this entry »
Anak Asuhan Rembulan
Yapp… sebuah kalimat pendek dengan 3 kata yang menggambarkan saya disaat weekend dan disaat saya merasakan susahnya memejamkan mata walaupun hanya untuk satu gelap malam. Kalimat “anak asuhan rembulan” ini adalah kalimat yang saya dapatkan dari ucapan bapak. Dan kalimat ini tak pernah lepas dari benak karena mungkin salah satu individu di kalimat itu adalah diri saya sendiri.
Saya pastikan, ini bukan penyakit insomnia, tapi mungkin ini adalah penyakit lumrah manusia. Yaitu sangat susah sekali untuk menahan godaan walaupun godaan itu tak lebih besar dari biji zarah. Sinar terang dari screen laptop yang membuat imajinasi saya terus mengalir, internet connection : online, blackberry yang terus menggoda ku untuk meng-updates status di twitter, dan lain sebagainya. Sebetulnya, kantuk itu sudah datang bertamu kepada saya. Tetapi godaan – godaan tadi membuat saya memaksakan untuk terus membuka mata selebar mungkin. Mungkin kantuk itu tak tahan menunggu lama untuk dibukakan pintu dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi menjauh dari dua mata bulat ini.
Saya memiliki aktivitas malam yang bisa dibilang sedikit berbeda dari orang kebanyakan. Tak pernah menginjakan kaki di lantai dansa, tak pernah berpacaran ria dengan motor besar atau mobil sport berkeliling kota di malam hari, tak pernah menonton film bioskop ‘midnight show’ bersama teman – teman sebaya. Yang pasti tak sedikit pun aktivitas malam ala anak “gaul” saya geluti. Aktivitas malamku hanyalah menjajaki laptop sepanjang malam hingga adzan shubuh itu tiba. Jikalau tak ada ketukan pintu tanda peringatan tidur dari ibu.
Kalau orang lain, khususnya anak SMP sekarang sering dengan bangga mengaku – ngaku insomnia karena tidak bisa tidur padahal jam masih menunjukkan pukul 23.30, menurut saya itu sangatlah aneh dan tidak masuk akal. Pikirkan saja…. Jam 23.30 masih terlalu sore untuk banyak orang. Masih banyak orang yang bekerja disaat itu. Jalan – jalan protokol masih sangatlah ramai. Belum terhenti bunyi klakson mobil, bunyi mesin mobil yang sedang digas untuk melaju, dan terangnya sinar lampu kendaraan bermotor. Belum berhenti aktivitas sehari – hari beberapa orang. So, itu belum terlalu malam untuk bisa membuat kita merasa bahwa jika diwaktu itu kita belum bisa tidur, berarti kita adalah satu dari sekian banyak penderita insomnia di muka bumi ini.
Menurut saya itu hal yang aneh dan sedikit ‘di atas normal’. Para penderita insomnia yang sesungguhnya, sangat merasakan betapa tidak enaknya mengidap penyakit yang sebetulnya sangat mengganggu jam istirahat manusia. Penyakit itu bukan lah penyakit yang keren. Tak ada satupun penyakit yang keren walaupun semahal apapun biaya dan selangka apapun penyakitnya. Pada akhirnya penyakit tetaplah penyakit. Kembali ke dalam artian yang sesungguhnya yaitu, suatu hal yang mengganggu kehidupan setiap manusia. Saya memang bukanlah seorang dokter atau pakar tentang penyakit seperti ini. Tapi saya percaya, setiap orang yang masih berfikir ‘normal’ akan berpendapat sama dengan saya.
Okkay.. ini sekian dari saya. Secarik pemikiran saya tentang insomnia dan “insomnia”
Wassalam…
Konvergensi Tiga Layar
Akhir – akhir ini banyak sekali masyarakat yang menjadi “korban terdampak” konvergensi tiga layar. 3 kata dalam satu kalimat yang menggambarkan fenomena betapa ketergantungannya dan kecanduannya masyarakat untuk menatap layar terang ini secara terus – menerus.

- online news merupakan salah satu bentuk nyata dari kehidupan “konvergensi tiga layar”
Fenomena kolaborasi dari berbagai macam teknologi ini, kerap dikenal di dunia industri dengan termin ”konvergensi tiga layar”: layar TV, layar telepon genggam dan layar komputer. Dengan konvergensi ini pula lah, berbagai macam konten dapat didistribusikan melalui berbagai macam cara dalam waktu yang seketika.
Fenomena ini pula lah yang melahirkan terjadinya komunitas-komunitas di dunia maya yang melampaui segala macam batasan, seperti batas geografis dunia, demografi, psikografi dan lain lain. Sebagai salah satu contoh adalah situs jaringan sosial atau ’social networking’ Facebook yang mempunyai pengunjung harian sebanyak 132 juta orang per hari, jumlah yang dua kali lebih besar dari penduduk Inggris pada saat ini. Read the rest of this entry »
Tentang Dirinya (Prolog)
Bernama benar Najma Nabila Savitri yang akrab dipanggil Bella. Seorang gadis yang merupakan putri tunggal di keluarga intinya. Cucu pertama dari 2 bersepupu di keluarga ibu dan cucu ke 9 dari 23 bersepupu di keluarga bapak. Mungkin sekian banyak orang beropini bahwa gadis ini adalah seorang gadis manja. Bahkan tidak hanya opini, justru lebih ke arah “mem-fonis.

ekspresi yang selalu terungkapkan secara visual
Gadis ini adalah seorang pelajar dari setiap hal di muka bumi. Mungkin secara tertulis dan terdata, sampai saat ini, secara tertulis gadis ini adalah 1 dari sekian banyak “penuntut ilmu” di SMPN 85 Jakarta Selatan. Sekarang ia duduk di bangku kelas 9, tepatnya di kelas 9.8, dengan nomor absen di atas angka 30 (mungkin ini tidak penting. Hehehe…) Dan insyaallah akan bisa melanjutkan studi-nya ketingkat yang lebih tinggi lagi. Read the rest of this entry »